ANALISIS
PENGARUH LINGKUNGAN `SOSIAL PESERTA DIDIK UMUR 8-10 TAHUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
DAERAH PANGKEP
Disusun oleh:
RADIAH
RAHMAN PGMI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM
DDI
PANGKEP
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita
jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini,
lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita
serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Dalam tulisan ini hendak diuraikan
perihal tentang
ANALISIS
PENGARUH LINGKUNGAN `SOSIAL PESERTA DIDIK UMUR 8-10 TAHUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
DAERAH PANGKEP. Makalah
ini dibuat untuk memenuhi tugas makalah yang diberikan oleh dosen sosiologi
pendidikan.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah,
mudah-mudahan apa yang saya susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi,
teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi
atau mengambil hikmah dari makalah ini sebagai tambahan dalam menambah
referensi yang telah ada.
Kurang lebihnya mohon dimaafkan apabila ada kesalahan kami
mohon kritik dan saranya.
Minasatene,
10 April 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................................................................ 1
Daftar isi.................................................................................................................... 2
Bab I pendahuluan.........................................................................................................
3
Bab II pembahasan........................................................................................................
4
A.
Data
peserta didik
B.
Transkrip
percakapan peserta didik
C.
Pengaruh
lingkungan terhadap peserta didik
Bab III penutup................................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Salah satunya faktor eksternal. Faktor eksternal terdiri dari 2 macam yaitu
faktor lingkungan sosial dan non sosial. Lingkungan sosial terbentuk dari
lingkungan keluarga, guru dan masyarakat. Sedangkan lingkungan non sosial
terbentuk dari sarana dan prasarana. Lingkungan sosial yang banyak mempengaruhi
kegiatan belajar adalah orang tua dan
keluaraga siswa itu sendiri. Lingkungan yang kedua setelah lingkungan
keluarga dikenal anak adalah sekolah.
Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap
perkembangan kepribadian anak didik. Disekolah siswa melakukan berbagai
kegiatan untuk mencapai keberhasilan belajar. Kemampuan berhubungan sosial,
bekerja dalam kelompok teman sebaya dan belajar menjadi pribadi yang mandiri
merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh anak siswa
sekolah dasar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
kebiasaan peserta didik di sekolah dan di rumah?
2. Bagaimana
hubungan peserta didik dengan gurunya?
3. Bagaimana
pengaruh lingkungan terhadap peserta didik ?
C. Tujuan Penulisan
Dengan disusunnya makalah ini adalah
untuk mengetahui kebiasaan peserta didik di sekolah dan di rumah, pola hubungan
peserta didik dengan gurunya, dan pengaruh lingkungan terhadap peserta didik .
BAB II
PEMBAHASAN
A. Data peserta didik
1. Nama
: Aura
Kelas :
3
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur :
9 tahun
2. Nama
: Ani
Kelas :
3
Sekolah : SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur :
9 tahun
3. Nama
: Muslimah
Kelas :
4
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur :
9 tahun
4. Nama
: Andi Nur Aswa Ramadhani Putri
Kelas :
5
Sekolah : SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur :
10 tahun
5. Nama
: Ririn az Zahra Saf
Kelas :
5
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Jl Cendana no 2
Umur :
11 tahun
B.
Transkrip
percakapan peserta didik
1)
Saya :
Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu
Aura : Waalaikumsalam warahmatulahi wabarakatu
Saya
: apa kebiasaanmu di rumah?
Aura : membersihkan rumah, belajar
Saya
: apa lagi?
Aura
: menyapu di halaman rumah
Saya
: apa kebiasaanya di sekolah?
Aura
: belajar
Saya
: bagaimana hubunganmu dengan guru?
Aura
: baik
Saya
: seperti apa hubunganmu dengan guru?
Aura
: menghormatinya
Saya
: ya, terimakasih
2)
Saya :
Assalamu alaikum
Ani
: Waalaikumsalam
Saya
: apa kebiasaannya di rumah?
Ani
: membantu orang tua
Saya
: apa kebiasaanya di sekolah?
Ani : belajar
Saya
: bagaimana hubungan dengan guru?
Ani
: baik
Saya
: ya sudah, terima kasih
3)
Saya :
Assalamu alaikum
Ima :
Waalaikumsalam
Saya
: apa kebiasaannya di rumah?
Ima
: membantu ibu
Saya
: apa kebiasaanya di sekolah?
Ima
: belajar
Saya
: apa lagi?
Ima
: menghormati guru
Saya
: bagaimana hubungan dengan guru?
Ima :
baik
Saya
: ya, terimakasih
4)
Saya :
Assalamu alaikum
Aswa : Waalaikumsalam
Saya
: apa kebiasaannya di rumah?
Aswa
: membersihkan rumah, belajar, menyapu
Saya
: apa kebiasaanya di sekolah?
Aswa
: belajar
Saya
: apa lagi?
Aswa
: berkali
Saya
: bagaimana hubungan dengan guru?
Aswa : baik
Saya
: seperti apa hubunganmu dengan guru?
Aswa
: menghormati guru
Saya
: ya, terimakasih
5)
Saya
: Assalamu alaikum
warahmatulahi wabarakatu
Ririn
: Waalaikumsalam warahmatulahi
wabarakatu
Saya
: bagaimana hubunganmu dengan guru?
Ririn : baik
Saya : apa kebiasaannya di rumah?
Ririn : membersihkan rumah, menyapu, membaca, dam lain-lain
Saya : apa kebiasaanya di sekolah?
Ririn :
belajar, membaca, berhitung, menulis
Saya
: ya, terimakasih
C.
Pengaruh
lingkungan terhadap peserta didik
a)
Lingkungan Pendidikan
a.
Pengertian Lingkungan Pendidikan
Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang
dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi
manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial
manusia secara efisien dan efektif itulah yang disebut dengan pendidikan. Dan
latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan,
khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah,
masyarakat. Seperti diketahui, lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah
keluarga. Makin bertambah usia seseorang, peranan lingkungan pendidikan lainnya
(yakni sekolah dan masyarakat) semakin penting meskipun pengaruh lingkungan
keluarga masih tetap berlanjut. Berdasarkan perbedaan ciri-ciri penyelenggaraan
pendidikan pada ketiga lingkungan pendidikan itu, maka ketiganya sering
dibedakan sebagai pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan non
formal. Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah
dan wajar serta disebut pendidikan informal. Sebaliknya, pendidikan disekolah
adalah pendidikan yang secara sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan
aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan berkesinambungan, serta
dengan aturan-aturan yang lebih longgar sehingga disebut pendidikan nonformal.
Pendidikan informal, formal, dan nonformal itu sering dipandang sebagai
subsistem dari sistem pendidikan.(umar tirtarahardja 1990,).
Menjadi manusia yang dapat melaksanakan
tugas kehidupannya sebagai manusia tentu tidak bisa berlangsung
begitu saja, akan tetapi butuh stimulus atau rangsangan dari luar dirinya.
Stimulus itu bis datang dari lingkungan dimana dia berada, bisa memberikan
stimulus dan pengaruh pada manusia inilah yang disebut istilah lingkungan
pendidikan.
b.
Fungsi Lingkungan Pendidikan
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan
adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan
sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya)utamanya berbagai sumber daya pendidikan
yg tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal.Penataan
lingkungan pendidikan itu terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat
berkembang efisien dan efektif . seperti diketahui, proses pertumbuhan dan
perkembangan manusia sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya akan
berlangsung secara alamiah dengan kosenkuensi bahwa tumbuh kembang itu mungkin
berlangsung lambat dan menyimpang dari tujuan pendidikan. Oleh karena itu,
diperlukan berbagai usaha sadar untuk mengatur dan mengendalikan lingkungan itu
sedemikian rupa agar dapat diperoleh peluang pencapaian tujuan secara optimal
dan dlam waktu serta dengan daya / dana yang seminimal mungkin dengan demikian
diharapkan mutu sumber daya manusia makin lama makin meningkat.
b)
Lingkungan Keluarga
a.
Pengertian lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga adalah pusat pendidikan yang pertama dan utama,oleh
karena sejak timbulnya kemanusiaan hingga kini kehidupan keluarga selalu
mempengengaruhi perembangan anak,baik fisik maupun akhlak serta kepribadiaan
anak. Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua bersifat informal yang
pertama dan utama yang dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat
kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara,merawat melindungi dan mendidik
anak dan berkembang dengan baik.
Bagi seorang anak, keluarga merupakan persekutuan hidup pada
lingkungan keluarga tempat diman ia menjadi diri pribadi atau diri sendiri.
Keluarga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk
mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Disampin itu keluarga
merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap berbakti kepada tuhan
sebagai perwujudan nilai hidup yang tertinggi.
Menurut Ki Hajar Dewantoro, susasana kehidupan keluarga merupakan tempat
yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan seseorang atau pendidikan
individual atau pendidikan sosial. Keluarga itu tempat pendidikan yang sempurna
sifat dan wujudnya untuk melangsungkan pendidikan kearah pembentukan pribadi
yang utuh, tidak saja bagi kanak-kanak tapi juga bagi para remaja.peran orang
tua dalam keluarga sebagai penunutun, sebagai pengajar, dan sebagai pemberi
contoh.
b.
Tugas dan Tanggung jawab lingkungan keluarga
Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam
keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak dan
budi pekerti, latihan keterampilan dan pendidikan kesosialan,seperti tolong menolong
bersama-sama menjaga kebersihan rumah, menjaga kesehatan dan ketetraman rumah
tangga,dan sejenisnya.
Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi
1. Adanya motivasi
atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak.
2. Pemberian motivasi
kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya.
3. Tanggung jawab
sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggung
jawab masyarakat, bangsa dan negara
4. Memelihara dan
membesarkan anaknya.
5. Memberikan
pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi
anak kelak.
“ Tugas utama dari keluarga bagi
pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan
pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari
kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga lain.”(amir daien
indrakusuma,1973,)
c.
Fungsi lingkungan keluarga
Pendidikan keluarga ini berfungsi :
1. Sebagai pengalaman
pertama masa kanak-kanak
2. Menjamin kehidupan
emisional anak
3. Menanamkan dasar
pendidikan moral
4. Memberikan dasar
pendidikan sosial
5. Meletakan
dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.
c)
Lingkungan Sekolah
a)
Pengertian Lingkungan Sekolah
Pendidikan sekolah adalah pendidikan
yang diperoleh seseorang disekolah secara teratur,sistematis,bertingkat,dan
dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat.(mulai dari taman
kanak-kanak sampai perguruan tinggi).
Sekolah merupakan sarana yang secara
sengaja dirancang .untuk melaksanakan pendidikan. Seperti telah dikemukakan
bahwa karena kemajuan jaman, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi kebutuhan dan
aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat semakin
penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam
proses pembangunan masyarakatnya itu.
Sekolah sebagai institusi resmi dibawah
kelolaan pemerintah, menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara berencana, sengaja,
terarah, sistematis, oleh para pendidik profesional dengan program yang
dituangkan kedalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu dan diikuti oleh para
peserta didik pada setiap jenjang pendidikan tertentu.
“Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah
ini, yaitu sebagai berikut.
1. Pendidikan diselenggarakan secara khusus
2. Usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relatif
homogen
3. Waktu pendidikan relatif lama sesuai program pendidikan
yang harus diselesaikan.
4. Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat
akademis dan umum
5. Adannya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai
jawaban terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang.”(wens tanlain,dkk,1989)
b. Tanggung Jawab Lingkungan
sekolah
Sebagai pendidikan yang bersifat formal, sekolah menerima fungsi pendidikan
berdasarkan asas- asas tanggung jawab berikut.
a. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai fungsi dan tujuan yang ditetapkan
menurut ketentuan- ketentuan yang berlaku, dalam hal ini undang-undang
pendidikan;UUSPN Nomor 20 Tahun 2003.
b. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk,isi, tujuan dan tingkat
pendidikan yang di percayakan kepadanya oleh masyarakat dan bangsa
c. Peranan dan Fungsi Lingkungan Sekolah
Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka
sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus
tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
Peranan sekolah dalam pendidikan menurut suwarno (ramayulis,2002) adalah :
1. Memberikan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
Fungsi sekolah yang lebih penting sebenarnya adalah menyampaikan dan
melaksanakan pendidikan kecerdasan.
2. Sosialisasi
Sekolah mempunyai peranan yang penting di dalam proses sosialisasi, yaitu
proses membantu perkembangan individu menjadi makhluk yang dapat beradaptasi
dengan baik di masyarakat.
d)
Lingkungan Masyarakat
a.
Pengertian lingkungan masyarakat
Masyarakat
diartikan sebagai sekumpulan orang yang menepati suatu daerah,diikat oleh
pengalaman-pengalaman yang sama, memiliki sejumlah persesuain dan sadar akan
kesatuannya, serta dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis
kehidupannya(sutari imam bernadip,1986)
Masyarakat juga diartikan sebagai satu
bentuk tata kehidupansosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Dalam
arti ini masyarakat adalah wadah dan wahana pendidikan, medan kehidupan manusia
yang majemuk (plural: suku, agma, kegiatan kerja, tingkat pendidikan, tingkat
sosial ekonomi dan sebagainya). Manusia berada dalam multikompleks
antarhubungan dan antaraksi di dalam masyarakat.”(mohammad nor syam,1988)
kaitan antara masyarakat dan pendidikan
dapat ditinjau dari 3 segi, yakni :
a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan maupun
yang tidak dilembagakan
b. Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan kelompok sosial di masyarakat, baik
langsung maupun tak langsung ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif .
c. Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang
maupun yang dimanfaatkan.
b.
Fungsi dan peran lingkungan masyarakat
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf
perkembangan dari masyarakat beserta sumber-sumber belajar yang tersedia di
dalamnya .
Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang
pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelenggarakan pendidikan non
pemerintah (swasta), membantu pengadaan tenaga, biaya, sarana dan prasarana,
menyediakan lapangan kerja, membantu pengembangan profesi baik secara langsung
maupun tidak langsung. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat
terhadap pendidikan
1. Masyarakat berperan serta dalam mendirikan sekolah
2. Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu
dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.
3. Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan .
4. Masyarakatlah yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah.
5. Masyarakatlah sebagai
sumber pelajaran atau laboratorium untuk belajar .disamping buku-buku
pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain
seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi,dan sebagainya.Dengan
demikian, jelas sekali bahwa peran masyrakat sangatlah besar terhadap
pendidikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepribadian anak.
Faktor eksternal terdiri dari 2 macam yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor
lingkungan non sosial. Lingkungan sosial yaitu keluarga, sekolah dan
masyarakat. Sedangkan lingkungan non sosial yaitu sarana dan prasarana.
Pengaruh lingkungan terhadap kepribadian tidak hanya dari lingkungan sosial
tetapi dari lingkungan nonsosial yang membuat mental anak didik terarah dari
pengaruh lingkungan nonsosial. Dan usaha yang di lakukan untuk mengatasi dampak
negatif terhadap kepribadian anak yang bersumber dari keluarga, karena anak
lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Saran
Makalah yang saya susun semoga bisa bermanfaat untuk
kita semua.. Mohon permakluman dari semuanya jika dalam makalah kami ini masih
terdapat banyak kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman. Karena tiadalah
sesuatu yang sempurna yang bisa manusia ciptakan.