Monday, 23 April 2018

Makalah sosiologi pendidikan





ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN `SOSIAL PESERTA DIDIK UMUR 8-10 TAHUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAERAH PANGKEP


 



Disusun oleh:

RADIAH RAHMAN              PGMI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
DDI
PANGKEP
2018




KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih  lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.

Dalam tulisan ini hendak diuraikan perihal tentang ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN `SOSIAL PESERTA DIDIK UMUR 8-10 TAHUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAERAH PANGKEP. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas makalah yang diberikan oleh dosen sosiologi pendidikan.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang saya susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari makalah ini sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.

Kurang lebihnya mohon dimaafkan apabila ada kesalahan kami mohon kritik dan saranya.



                                                                                 Minasatene, 10 April 2018

                                                                                                                                            
                                                                                                                                            
Penulis






DAFTAR ISI

Kata pengantar................................................................................................................ 1
Daftar isi....................................................................................................................        2
Bab I pendahuluan......................................................................................................... 3
Bab II pembahasan........................................................................................................ 4
A.    Data peserta didik
B.     Transkrip percakapan peserta didik
C.     Pengaruh lingkungan terhadap peserta didik
Bab III penutup................................................................................................................. 10
























BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
           
            Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Salah satunya faktor eksternal. Faktor eksternal terdiri dari 2 macam yaitu faktor lingkungan sosial dan non sosial. Lingkungan sosial terbentuk dari lingkungan keluarga, guru dan masyarakat. Sedangkan lingkungan non sosial terbentuk dari sarana dan prasarana. Lingkungan sosial yang banyak mempengaruhi kegiatan belajar adalah orang tua dan  keluaraga siswa itu sendiri. Lingkungan yang kedua setelah lingkungan keluarga dikenal anak adalah sekolah.
            Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kepribadian anak didik. Disekolah siswa melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai keberhasilan belajar. Kemampuan berhubungan sosial, bekerja dalam kelompok teman sebaya dan belajar menjadi pribadi yang mandiri merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai oleh anak siswa sekolah dasar.   
           
B. Rumusan Masalah

1.      Apa kebiasaan peserta didik di sekolah dan di rumah?
2.      Bagaimana hubungan peserta didik dengan gurunya?
3.      Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap peserta didik ?

C. Tujuan Penulisan

Dengan disusunnya makalah ini adalah untuk mengetahui kebiasaan peserta didik di sekolah dan di rumah, pola hubungan peserta didik dengan gurunya, dan pengaruh lingkungan terhadap peserta didik .





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Data peserta didik
1.      Nama   : Aura
Kelas   : 3
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur   : 9 tahun

2.      Nama   : Ani
Kelas   : 3
Sekolah : SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur   : 9 tahun

3.      Nama   : Muslimah
Kelas   : 4
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur   : 9 tahun

4.      Nama   : Andi Nur Aswa Ramadhani Putri
Kelas   : 5
Sekolah : SD 14 Bontotene
Alamat : Misten
Umur   : 10 tahun

5.      Nama   : Ririn az Zahra Saf
Kelas   : 5
Sekolah: SD 14 Bontotene
Alamat : Jl Cendana no 2
Umur   : 11 tahun

B.     Transkrip percakapan peserta didik

1)      Saya    : Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu
Aura    : Waalaikumsalam warahmatulahi wabarakatu
Saya    : apa kebiasaanmu di rumah?
Aura    : membersihkan rumah, belajar
Saya    : apa lagi?
Aura    : menyapu di halaman rumah
Saya    : apa kebiasaanya di sekolah?
Aura    : belajar
Saya    : bagaimana hubunganmu dengan guru?
Aura    : baik
Saya    : seperti apa hubunganmu dengan guru?
Aura    : menghormatinya
Saya    : ya, terimakasih

2)      Saya    : Assalamu alaikum
Ani      : Waalaikumsalam
Saya    : apa kebiasaannya di rumah?
Ani      : membantu orang tua
Saya    : apa kebiasaanya di sekolah?
Ani      : belajar
Saya    : bagaimana hubungan dengan guru?
Ani      : baik
Saya    : ya sudah, terima kasih

3)      Saya    : Assalamu alaikum
Ima      : Waalaikumsalam
Saya    : apa kebiasaannya di rumah?
Ima      : membantu ibu
Saya    :  apa kebiasaanya di sekolah?
Ima      : belajar
Saya    : apa lagi?
Ima      : menghormati guru
Saya    : bagaimana hubungan dengan guru?
Ima      : baik
Saya    : ya, terimakasih

4)      Saya    : Assalamu alaikum
Aswa   : Waalaikumsalam
Saya    : apa kebiasaannya di rumah?
Aswa   : membersihkan rumah, belajar, menyapu
Saya    : apa kebiasaanya di sekolah?
Aswa   : belajar
Saya    : apa lagi?
Aswa   : berkali
Saya    : bagaimana hubungan dengan guru?
Aswa   : baik
Saya    : seperti apa hubunganmu dengan guru?
Aswa   : menghormati guru
Saya    : ya, terimakasih

5)      Saya     : Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatu
Ririn    : Waalaikumsalam warahmatulahi wabarakatu
Saya    : bagaimana hubunganmu dengan guru?
Ririn    : baik
Saya     : apa kebiasaannya di rumah?
Ririn    : membersihkan rumah, menyapu, membaca, dam lain-lain
Saya     : apa kebiasaanya di sekolah?
Ririn    : belajar, membaca, berhitung, menulis
Saya    : ya, terimakasih

C.     Pengaruh lingkungan terhadap peserta didik

a)      Lingkungan Pendidikan
a.       Pengertian Lingkungan Pendidikan
Manusia memiliki sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efisien dan efektif itulah yang disebut dengan pendidikan. Dan latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah, masyarakat. Seperti diketahui, lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Makin bertambah usia seseorang, peranan lingkungan pendidikan lainnya (yakni sekolah dan masyarakat) semakin penting meskipun pengaruh lingkungan keluarga masih tetap berlanjut. Berdasarkan perbedaan ciri-ciri penyelenggaraan pendidikan pada ketiga lingkungan pendidikan itu, maka ketiganya sering dibedakan sebagai pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan non formal. Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah dan wajar serta disebut pendidikan informal. Sebaliknya, pendidikan disekolah adalah pendidikan yang secara sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan berkesinambungan, serta dengan aturan-aturan yang lebih longgar sehingga disebut pendidikan nonformal. Pendidikan informal, formal, dan nonformal itu sering dipandang sebagai subsistem dari sistem pendidikan.(umar tirtarahardja 1990,).
Menjadi manusia yang dapat melaksanakan tugas kehidupannya sebagai manusia  tentu tidak bisa berlangsung begitu saja, akan tetapi butuh stimulus atau rangsangan dari luar dirinya. Stimulus itu bis datang dari lingkungan dimana dia berada, bisa memberikan stimulus dan pengaruh pada manusia inilah yang disebut istilah lingkungan pendidikan.
b.      Fungsi Lingkungan Pendidikan
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, dan budaya)utamanya berbagai sumber daya pendidikan yg tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal.Penataan lingkungan pendidikan itu terutama dimaksudkan agar proses pendidikan dapat berkembang efisien dan efektif . seperti diketahui, proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya akan berlangsung secara alamiah dengan kosenkuensi bahwa tumbuh kembang itu mungkin berlangsung lambat dan menyimpang dari tujuan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai usaha sadar untuk mengatur dan mengendalikan lingkungan itu sedemikian rupa agar dapat diperoleh peluang pencapaian tujuan secara optimal dan dlam waktu serta dengan daya / dana yang seminimal mungkin dengan demikian diharapkan mutu sumber daya manusia makin lama makin meningkat.  
b)      Lingkungan Keluarga
a.       Pengertian lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga adalah pusat pendidikan yang pertama dan utama,oleh karena sejak timbulnya kemanusiaan hingga kini kehidupan keluarga selalu mempengengaruhi perembangan anak,baik fisik maupun akhlak serta kepribadiaan anak. Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua bersifat informal yang pertama dan utama yang dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara,merawat melindungi dan mendidik anak dan berkembang dengan baik.
Bagi  seorang anak, keluarga merupakan persekutuan hidup pada lingkungan keluarga tempat diman ia menjadi diri pribadi atau diri sendiri. Keluarga juga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Disampin itu keluarga merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap berbakti kepada tuhan sebagai perwujudan nilai hidup yang tertinggi.
Menurut Ki Hajar Dewantoro, susasana kehidupan keluarga merupakan tempat yang sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan seseorang atau pendidikan individual atau pendidikan sosial. Keluarga itu tempat pendidikan yang sempurna sifat dan wujudnya untuk melangsungkan pendidikan kearah pembentukan pribadi yang utuh, tidak saja bagi kanak-kanak tapi juga bagi para remaja.peran orang tua dalam keluarga sebagai penunutun, sebagai pengajar, dan sebagai pemberi contoh.
b.      Tugas dan Tanggung jawab lingkungan keluarga
Tugas dan tanggung jawab orang tua dalam keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya lebih bersifat pembentukan watak dan budi pekerti, latihan keterampilan dan pendidikan kesosialan,seperti tolong menolong bersama-sama menjaga kebersihan rumah, menjaga kesehatan dan ketetraman rumah tangga,dan sejenisnya.
Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi
1.         Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak.
2.         Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang tua terhadap keturunannya.
3.         Tanggung jawab sosial adalah bagian dari keluarga yang pada gilirannya akan menjadi tanggung jawab masyarakat, bangsa dan negara
4.         Memelihara dan membesarkan anaknya.
5.         Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi anak kelak.
“ Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga lain.”(amir daien indrakusuma,1973,)
c.       Fungsi lingkungan keluarga
Pendidikan keluarga ini berfungsi :
1.         Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
2.         Menjamin kehidupan emisional anak
3.         Menanamkan dasar pendidikan moral
4.         Memberikan dasar pendidikan sosial
5.         Meletakan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.
c)       Lingkungan Sekolah
a)       Pengertian Lingkungan Sekolah
Pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh seseorang disekolah secara teratur,sistematis,bertingkat,dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat.(mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi).
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang .untuk melaksanakan pendidikan. Seperti telah dikemukakan bahwa karena kemajuan jaman, keluarga tidak mungkin lagi memenuhi kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap iptek. Semakin maju suatu masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya itu.
Sekolah sebagai institusi resmi dibawah kelolaan pemerintah, menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, sistematis, oleh para pendidik profesional dengan program yang dituangkan kedalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu dan diikuti oleh para peserta didik pada setiap jenjang pendidikan tertentu.

“Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut.
1.   Pendidikan diselenggarakan secara khusus
2.   Usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relatif homogen
3.   Waktu pendidikan relatif lama sesuai program pendidikan yang harus diselesaikan.
4.   Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum
5.   Adannya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang.”(wens tanlain,dkk,1989)
b.         Tanggung Jawab Lingkungan sekolah
Sebagai pendidikan yang bersifat formal, sekolah menerima fungsi pendidikan berdasarkan asas- asas tanggung jawab berikut.
a.       Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan- ketentuan yang berlaku, dalam hal ini undang-undang pendidikan;UUSPN Nomor 20 Tahun 2003.
b.      Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk,isi, tujuan dan tingkat pendidikan yang di percayakan kepadanya oleh masyarakat dan bangsa
c. Peranan dan Fungsi Lingkungan Sekolah
Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
Peranan sekolah dalam pendidikan menurut suwarno (ramayulis,2002) adalah :
1.      Memberikan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
Fungsi sekolah yang lebih penting sebenarnya adalah menyampaikan dan melaksanakan pendidikan kecerdasan.
2.      Sosialisasi
Sekolah mempunyai peranan yang penting di dalam proses sosialisasi, yaitu proses membantu perkembangan individu menjadi makhluk yang dapat beradaptasi dengan baik di masyarakat.
d)      Lingkungan Masyarakat
a.       Pengertian lingkungan masyarakat
            Masyarakat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menepati suatu daerah,diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama, memiliki sejumlah persesuain dan sadar akan kesatuannya, serta dapat bertindak bersama untuk mencukupi krisis kehidupannya(sutari imam bernadip,1986)
Masyarakat juga diartikan sebagai satu bentuk tata kehidupansosial dengan tata nilai dan tata budaya sendiri. Dalam arti ini masyarakat adalah wadah dan wahana pendidikan, medan kehidupan manusia yang majemuk (plural: suku, agma, kegiatan kerja, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi dan sebagainya). Manusia berada dalam multikompleks antarhubungan dan antaraksi di dalam masyarakat.”(mohammad nor syam,1988)
kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari 3 segi, yakni :
a.       Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan maupun yang tidak dilembagakan
b.      Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif .
c.       Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang maupun yang dimanfaatkan.
b.      Fungsi dan peran lingkungan masyarakat
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat beserta sumber-sumber belajar yang tersedia di dalamnya .
Peran masyarakat itu antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut menyelenggarakan pendidikan non pemerintah (swasta), membantu pengadaan tenaga, biaya, sarana dan prasarana, menyediakan lapangan kerja, membantu pengembangan profesi baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan
1.      Masyarakat berperan serta dalam mendirikan sekolah
2.      Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.
3.      Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan .
4.      Masyarakatlah yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah.
5.      Masyarakatlah sebagai sumber pelajaran atau laboratorium untuk belajar .disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi,dan sebagainya.Dengan demikian, jelas sekali bahwa peran masyrakat sangatlah besar terhadap pendidikan.





BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kepribadian anak. Faktor eksternal terdiri dari 2 macam yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial. Lingkungan sosial yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Sedangkan lingkungan non sosial yaitu sarana dan prasarana.
Pengaruh lingkungan terhadap kepribadian tidak hanya dari lingkungan sosial tetapi dari lingkungan nonsosial yang membuat mental anak didik terarah dari pengaruh lingkungan nonsosial. Dan usaha yang di lakukan untuk mengatasi dampak negatif terhadap kepribadian anak yang bersumber dari keluarga, karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Saran

            Makalah yang saya susun semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.. Mohon permakluman dari semuanya jika dalam makalah kami ini masih terdapat banyak kekeliruan baik bahasa maupun pemahaman. Karena tiadalah sesuatu yang sempurna yang bisa manusia ciptakan.