Pada hari Rabu, 12 April 2017 saya melakukan perjalanan umrah selama 11 hari. Saya berangkat dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 15.00 WITA menuju Bandara Internasional Madinah. Kita tiba di Madinah pada pukul 21.00 setelah pemeriksaan paspor dan pengambilan koper, kita berangkat menuju hotel dengan bis. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Setelah sampai di hotel, kita makan malam, berkemas, dan istirahat. Kamar hotel kami bernomor 19 berada di lantai 5.
Setelah itu kita menuju Masjid Nabawi untuk shalat tahajud dan shalat subuh berjamaah. Hari kedua di Madinah, kita berziarah ke makam Rasulullah SAW dan para sahabat, shalat sunnah di Raudah dan ziarah ke Baqi. Selama di Madinah, kita selalu shalat berjamaah di Masjid Nabawi dan terdapat tempat air minum zam-zam. Setiap kita masuk ke Masjid Nabawi, kita selalu menyempatkan untuk meminum dan mengambil air zam-zam.
Hari ke tiga di Madinah, kita menukar uang dan berkeliling toko untuk membeli oleh-oleh dan keperluan yang kita butuhkan. Hari keempat kita pergi berziarah di sekitar kota Madinah menyusuri sejarah kota Madinah seperti Masjid Quba, kebun kurma, dan Jabal Uhud dengan mengendarai bis.
Hari ke lima, kita bersiap-siap untuk melaksanakan umrah pertama. kita berangkat dari hotel menuju Bir Ali untuk mengambil miqat dan kemudian melanjutkanya menuju Mekkah untuk melaksanakan tawaf dan sai. Seteleah itu, kita bertahallul dan umrah pertama pun selesai.
Hari keenam, kita beristirahat setelah melakukan umrah. Hari ke tujuh, kita pergi berziarah menyusuri sejarah kota Mekkah Al Mukarramah diantaranya Jabal Tsur, Arafah, Musdalifah, Mina, dan Jabal Nur. Selain itu kita juga melakukan miqat di Jurannah untuk melaksanakan Umrah ke dua. Setelah itu kita kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan rukun-rukun Umrah.
Hari kedelapan, kita melaksanakan umrah ke tiga di Hudaibiyah dan singgah di Museum Kiswah. Hari kesembilan, beristirahat di hotel dan acara bebas. Hari kesepuluh, kita bersiap- siap pulang ke tanah air tapi sebelumnya kita kelaut merah, ke toko-toko yang ada di Jeddah dan ke Masjid Rahmah atau terkenal dengan sebutan masjid terapung.
Di Jeddah, kita berpisah dengan guide atau pemandu kita yang menemani kita selama di Madinah dan Mekkah. Mereka hanya menemani kita sampai di Masjid Ar Rahma saja, mereka tidak mengantar sampai ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Hari kesebelas, kita tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekitar Pukul 12.30 WITA.
Begitulah pengalaman umrah saya yang tidak bisa kulupakan. Pengalaman pertama ke luar negri yang menjadi cita-citaku yang sekarang sudah tercapai. Aku berharap bisa kembali untuk melaksanakan haji yang sudah menjadi kewajibanku sebagai muslim dan semoga juga bisa mengunjungi belahan bumi yang lain.

